Cintailah Negerimu


Assalamualaikum
Salam sejahtera bagi kita yang masih di berikan kesehatan oleh allah swt.
Hari ini saya akan membahas terkait indonesia,
 kita adalah bangsa yang kaya, benih kita lempar di tanah hidup. Tak boleh lah rakyat kelaparan, kita bangsa yang besar, luas indonesia 2 juta kilometer, kita bangsa yang majemuk memiliki lebih dari 100 suku bangsa, 7 agama yang di akui, kita bangsa yang ramah toleran dan tidak segan memberi dan membantu sesama, sehingga tak ada alasan kita miskin,
saya merasa nilai yang ada yang di turunkan nenek moyang adalah nilai yang luhur, budi pekerti dan nilai-nilai tentang rasa sangat kental, sehingga indonesia bukan bangsa bar-bar yang tak memiliki peradapan serta budaya. Kita sangat berbudaya dan kita sangat beradap haruskah itu hilang hari ini. Oleh budaya luar yang di bawa mengatasnamakan agama, atau ekonomi, masyarakat harus memiliki karakter,
karakter yang bagaimana? Karakter untuk mencintai negerinya, kita adalah pribumi,penduduk asli bumi putrera atau indonesia, dari dulu tak sama dengan negeri lain, harusnya kita bersikap seperti pemilik negeri bukan touris, yang hanya bisa menilai baik dan buruk yang bisa merusak tanpa memikirkan dampak jangka panjang ini negri kami,negeri yang ada dari tetes keringat serta darah nenek moyang cintailah negeri ini.
Terkadang kita harus melepaskan toleransi, keramahan. Harus tegas dan berani meski tanpa otot untuk menjaga apa yang kita cintai, negeri ini sudah lama kita tinggalkan kita lupakan bangsa lain sudah mulai masuk, di sistem politik negeri, di ranah pasar dan memonopoli ekonomi, merubah karakter negeri dengan pemahaman dari agama, atau politik yang di bungkus agama, negara adi daya saling memainkan peranya, saling  hantam membontang banting bangsa kita, dolar di permainkan, kita di buat tergantung akan produk asing, elektronik, fahion,budaya,idola semuanya hari ini kita bangga pada orang asing.
10-20 tahun berikutnya kita di buat koleps seperti venezuela atau turki, mungkin negara – negara di afrika yang di buat konflik memang enak menjadi bodoh tak memikirkan semua tapi saudara sahabat, kakek,ibu,bapak,anak cucu kita apakah kita acuh akan nasib mereka apakah hari ini cukup dengan bisa makan, sampai kapan jika hanya staknat, hanya jalan di tempat, bernafas panjang untuk membayar utang negara yang tak kunjung habis dan dolar terus menguat serta warga yang menuntut hidup sejahtera tanpa ikut memikirkan bangsa ini kedepanya.
Saya tak pernah meragukan negeri ini hanya miris akan pemuda yang disebut agent of change yang ternyata adalah  gerombolan tukang tawuran,tukang demo ahli politik praktis,sang apatis,pragmatis, dan aktifis yang luntur akan fasilitas berbau politis.
Mungkin sekian dari saya
Allah humafiq ila aqumatoriq assalamulaikum wr wb.

Comments

Popular Posts