PENDIDIKAN DAN PEMERINTAH
Oleh:
Fatkhurohman
Putra Alam
PENDIDIKAN
DAN PEMERINTAH
Hari
ini kita dihadapkan kepada fenomena sosial terkait mahasiswa yang sekarang lupa
siapa dirinya , mengapa demikian, pendidikan di indonesia telah melakukan
pembodohan yang di inisiasi oleh pemerintah yang menggunakan slogan cerdaskan
bangsa, apakah mencerdaskan bangsa bisa dilakukan dengan mencetak pemuda
yang ideal? Ideal bagi siapa orang tua, atau menjawab kebutuhan zaman?, kata
mencetak pemuda seolah para intelektual diatas telah membuat cetakan yang sama
untuk semua pelajar indonesia, yang katanya kita majemuk katanya bineka tunggal
ika, di mana makna itu?
Sekarang telah terjadi murid mahasiswa sebagai,
budak dari perusahaan, pegawai negeri, wiraswasta,sekolah memaksa masyarakat
wajib belajar 9 tahun, perguruan tinggi meluluskan banyak mahasiswa menjadi
sarjana ruang kerja menyempit, pengangguran masih banyak yang katanya berkurang
, tapi kita lupa mencetak karakter pemuda yang berdikari ( berdiri di kaki
sendiri), berkarakter, memiliki jiwa kepemimpinan, apakah pendidikan lama era
sebelum reformasi itu buruk? Jawaban yang subyektif ada yang bilang baik dan
ada pula yang bilang buruk,kenapa harus di hilangkan semua proses pendidikan
itu,kenapa tidak di perbaiki, kenapa kita tidak berkaca pada tradisi kita bangsa
kita di masa lalu (JAS MERAH) tak lagi menjadi JAS MERAH, yang dulu umereka
belajar karena murni ingin belajar, tapi sekarang karena hanya selembar kertas,
sehina itukah pendidikan?
karena ada
isu HAM, dan anak lupa adab dan etika, karena hukum bekerja tanpa menggunakan
hati dan lupa melihat unsur nurani, guru mencubit memukul, adalah mengajari
murid untuk lebih bisa peka dan tidak kurang ajar, tapi hari ini pidana
mengunci ruang lingkupnya,pemerintah juga mensejahterakan guru wow baik sekali!!!,
tapi yang di sejahterakan menjadi pragmatis, lupa mengajarkan nilai perjuangan,(Oemar
Bakrie) telah tiada bangsa ini masih belum merdeka, pemuda seperti itik yang
ngoceh dan mudah di giring, orang tua seperti pengembala itik, memberi makan
mengajak jalan-jalan dan di sembelihlah itik itu atau di suruh kawin dan
bertelur di ambil telurnya,
aku tak mengkritik kalian pemerintah, karena lebih
tinggi dirimu dari aku, kamu pernah di posisiku dan aku belum, mungin nanti jika
aku menjadi dirimu maka aku lebih buruk dari mu. Maka ku buat tulisan ini agar
aku selalu mengingat, aku pernah suci dulu
Comments
Post a Comment